rinaihujan
Seperti hujan di bulan kemarau yang rindu tanah di bumi. Aku juga rindu sosok itu, sosok yang masih rahasia dan misterius yang aku sebut kakak :). Sosok yang setiap malam aku titipkan salam lewat angin yang menyapa. Entah salamku akan sampai atau tidak. Berharap saja ia tidak tersesat mencari jalan pulang. Mencari aku dan juga kamu. Sama-sama berdoa dan berharap kapan waktu perjumpaan kita tiba kakak?
Ya sudah lah.. biar kita tersesat, jatuh lalu nanti bangkit dan menuju arah jalan pulang. Kau tau? aku di sini nungguin kamu :”). Aku gak mau lagi kita main petak umpet gini. Suatu saat aku mau kita berbagi cerita, tawa dan sedih sama kamu. Sekarang aku biarkan kamu main petak umpet dan kucing-kucingan sama aku.
Yang pasti aku bakal kangen berat dan nungguin kamu di sini, di dalam hati.